Berawal dari kebingungan memilih tempat jalan2 pengisi libur lebaran yang tidak terlalu jauh dari semarang dan budget yang terjangkau, kami memutuskan secara spontan untuk mengunjungi kota wonogiri. ini adalah kali pertama kami berkunjung ke wonogiri. berbekal informasi yang minim tentang wonogiri, kami berangkat dari semarang menggunakan sepeda motor vega zr pukul 12.30 wib. rute yang kami lewati adalah sala3, solo, sukoharjo (ban bocor). sekitar pukul 16.45 wib kami memasuki kota wonogiri dan meng"obat"i penyakit perut kambuhan (baca : lapar). warung kucingan pinggir jalan menjadi pilihan utama karena alasan ekonomi. dan ternyata pilihan itu benar, hanya 8.500 rupiah saja yang kami keluarkan untuk 4 bungkus nasi kucing (lauk kering tempe), 5 gorengan dan 2 gelas es teh manis. penyakit perut sudah beres dan saatnya untuk menikmati sore di Waduk Gajah Mungkur dengan segala keromantisannya (asli, ini merupakan salah satu dari ke "alay" an kami). hanya berjarak 5 km dari kota, Waduk Gajah Mungkur sudah menyambut kami dengan segala keindahan dan angin kencangnya.
wajah agak tegang karena "jetlag"
waduk gajah mungkur in action
Pukul 18.15 kami meninggalkan waduk gajah mungkur menuju rumah salah seorang kawan (disamping alasan ekonomi. numpang makan dan tidur..hahhha). "Setelah pasar belok kanan arah ponorogo, kira2 28 KM sampai Jatisrono". itu sms yang kami terima. ya....a.....28 KM lagi...kuatkan aku Tuhan (lagi alay). Sekali lagi ban bocor dan baru diketahui ternyata ban dalam yang saya beli semalam sebelum berangkat ke wonogiri dengan harga 35.000 adalah buatan F**king CIN*. Dengan keyakinan diri dan sedikit berat hati karena alasan ekonomi kami membeli lagi ban dalam baru merk Mizzle dg harga 32.000 rupiah. dan sampailah kami di rumah seorang kawan pukul 20.00 wib.
Melur (juragan kacang mete), si empunya rumah






Tidak ada komentar:
Posting Komentar